Belajar, Bertumbuh, Berdampak Jadi Motto Hidupnya
Bukan Soal Kata Belaka
Begitu juga Muhammad Sahron, beberapa kali ditolak bekerja di kampung halamannya, akhirnya bekerja pada bidang pemberdayaan yang bernama Desa Cahaya YBM PLN. Saat ini membina masyarakat pesisir yang ada di Kelurahan Oesapa, Kec. Kelapa Lima, Kota Kupang.
Tampak beliau sedang memberikan edukasi dan pembelajaran kepada nelayan. "Seperti air laut yang disiram air garam. Begitulah kira-kira ketika mengajari nelayan tentang lautan dan segala macam yang ada didalamnya."
Perlunya Kematangan Berpikir untuk Mengambil Keputusan
namun ini bukan perihal itu, ini tentang konsep belajar, berbagi ilmu, berbagi pengalaman. Sahron yang menjadi sapaan akrabnya memiliki motto hidup yang amat dipegangnya hingga sekarang, "Belajar, Bertumbuh, Berdampak."
Belajar adalah langkah awal untuk kita terus berkembang, belajar akan membuat kita bergerak maju. Dengan belajar, segala kesulitan hidup dapat dilalui.
Kesepian hanyalah produk penerimaan, Nyatanya diri ini berisik dengan pikiran kita
bertumbuh pada akhirnya setelah melalui jalan-jalan terjalnya belajar. Dengan Belajar, bibit-bibit kebaikan akan tumbuh, membesar dan semakin membesar. sehingga kita akan dapat berdampak setelah melalui proses itu. Itulah yang dilakukan oleh Sahron.
Komunikasi yang dibangun kepada masyarakat seperti misalnya saja tentang sampah tidaklah muda. Bahkan nelayan sendiri juga membuang sampah kelaut, betapa mirisnya melihat nelayan membuang sampah kelaut yang itu merupakan tempat para nelayan mencari penghidupan.
tantangannya memang tidak muda, karena ganjarannya juga bukan baskom atau hadiah kecil semata. hadiah yang akan kita dapatkan adalah anak cucu kita mendapatkan warisan yang layak. Laut yang biru, ikan yang banyak dan lingkungan yang sehat.
"Teruslah belajar, bertumbuh, berdampak untuk masa depan yang lebih baik."
Editor : Tim Elangdaily



Comments