Pemberdayaan Nelayan dan Pasang Surut Kehidupan
Penulis : Muhammad Sahron
![]() |
| Copyright Elangdaily |
Watak nelayan sangat keras, susah diatur. Ucap teman-teman seperjuangan yang berada didunia pemberdayaan. Namun apakah kita dapat mengeneralisasikannya? Menurut saya tidak. Jawaban dari pertanyaan ini bisa iya bisa tidak. Ada yang keras namun dapat diatur, ada yang susah diatur namun wataknya lembut. Singkatnya tidak patuh.
Semangat Naik Turun, Ini Hal Yang Wajar
Nelayan seperti yang kita lihat memang demikian, karena mereka ditempah oleh ombak dan badai Ketika di laut. Seorang pemberdaya harus memiliki sabar seluas lautan karena yang dihadapi adalah ombak-ombak laut. Tidak jarang pikiran antara seorang pemberdaya dan nelayan itu saling beradu argument, namun tidak mengapa. Hal ini merupakan proses pengambilan keputusan yang wajar, karena setiap orang memiliki pemikirannya masing-masing.
![]() |
| Pendamping program sedang melakukan pembinaan |
Pendapatan nelayan untuk saat sekarang ini juga tidak bisa dikatakan baik. Banyak factor yang mempengaruhinya, seperti lingkungan yang tercemar, cuaca, pemanasan global dan alat tangkap yang tidak ramah. Hal ini mengakibatkan rusaknya ekosistem laut.
Lakukan Hal Ini Jika Kamu Sedang Kecewa
Rumpon ikan menjadi salah satu solusi yang dilakukan oleh nelayan Bersama pemberdaya ekonomi. Melalui program Desa Cahaya Oesapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pendamping program Bersama nelayan bahu membahu turut serta membuat rumpon ini. Harapannya rumpon ini menjadi ekosistem ikan ramah lingkungan. Menjadi tempat bersarang dan berkembang biak.
![]() |
| Persiapan pelepasan rumpon/rumah ikan |
Pasang surut kehidupan tentu ada, bahkan silih berganti. Dari
masalah A ke masalah B, namun pilihan kita bukan menyerah, pilihan kita adalah
terus berjuang. Setiap orang punya
pasang surutnya masing-masing. Namun yang membedakannya adalah sikap kita
menghadapi pasang surut itu. Menyerah atau bertahan.
Motivasi Buat Mahasiswa Yang Sedang Dilema dan Patah (Kamu Tidak Sendiri)



Comments