#2 Freshgraduate : Fase penerimaan
Oleh: Muhammad Sahron
| https://pixabay.com/id/images/search/puas/ |
Awal bulan setelah sidang skripsi, adalah fase yang berat
ketika keluar rumah ingin mecari angin segar namun tidak ada uang untuk beli
bensin motor, sedih bukan, ditambah lagu Iwan-Fals, “Sarjana-Muda” diputar
ditelinga, ingin kabur saja rasanya.
Tujuan menulis dengan tema “Freshgraduate” adalah salah satu
cara saya untuk menerima keadaan menganggur ini, mencoba untuk berdamai dengan
diri sendiri. Dengan menulis, perasaan lebih baik dan tentunya segala macam
pikiran dapat dilampiaskan kepada hal yang tepat, yahh seperti menulis seperti misalnya.
Kapan saya akan berganti tema, jawabannya adalah ketika saya
sudah bekerja, memiliki gaji bulanan. Saya tertarik jadi karyawan untuk saat
ini, karena dengan jadi karyawan saya dapat belajar dari bos yang sedang
bekerja dan cara dia mendidik karyawan. Dengan demikian saya dapat mencontoh
etos kerja bos saya untuk saya ambil llmunya dan saya terapkan kepada karyawan
saya. Asik juga membayangkan jadi bos hahahah.
Ini adalah hari ke-30 saya menganggur, Yahh satu bulan sudah.
Sebenarnya saya sudah lama sidang skripsi. Akan tetapi orang terhitung
menganggur itu ketika sah dia diwisuda, itulah lembar dia menganggur. Itu hanya
pandangan saya, terserah buat kalian para pembaca.
Terhitung hari ini adalah hari ke-2 saya menulis tentang
“freshgraduate”. Saya komitmen untuk tetap menulis tema ini dengan masukan
sedikit demi sedikit kepada para pembaca yang sedang mengalami fase yang sama.
Freshgraduate adalah posisi dimana kita seperti nge- refresh ulang kehidupan kita. Sehingga
disini perlu adanya penerimaan kepada keadaan ini. Kita harus menerima bahwa
dunia kampus atau perkuliahan sangat jauh berbeda dengan kehidupan nyata yang
keras banyak drama yang nyata, bukan seperti didunia kampus. Sehingga perlu
persiapan yang matang sebenarnya untuk dapat bertahan dan survive ditengah gempuran badai kehidupan.
Saya pernah membaca bukunya Bosman Sontoloyo yang berjudul
“Sadar Kaya”. Didalam bukunya beliau menjelaskan dengan memberikan gambaran
mengenai seseorang yang ingin mencoba bisnis baru atau yang baru saja terpuruk
didalam bisnisnya dengan mengilustrasikan seseorang yang belajar berenang di
kolam dengan seseorang yang belajar langsung dilaut/samudra.
Kita samakan saja terhadap dunia kampus. Perguruan Tinggi
adalah kolam tempat belajar, ada couch
atau pelatihnya adalah dosen atau pembimbing, sedangkan didunia paska kampus
itu adalah lautan luas, yang ketika kita mencoba belajar, bisa tenggelam dan
tewas seketika tanpa udara jika tenggelam.
Jadi, dalam hal ini, kita tidak perlu dulu untuk belajar
banyak gaya saat berenang di laut, cukup terlebih dahulu agar anda tidak
tenggelam, atau setidaknya kepala anda muncul dipermukaan. Artinya begini,
paska kampus itu anda harus mampu bertahan setidaknya mencukupi kebutuhan kamu
sehari-hari. Apa saja kegiatan yang membuatmu merasa hidup dan bernafas. Dalam
artian kegiatan yang positif. Sehingga disinilah anda memiliki gambaran luas
tentang medan yang akan anda lalui. Disinilah fase penerimaan itu bahwasanya
memang betul saya memanggur, dan saya berusaha mencari pekerjaan, pelatihan,
ataupun hal-hal lain agar saya keluar dari keadaan menganggur ini. Itulah makna
penerimaan yang saya maksudkan.
Comments