Tetaplah Hidup Jika Merasa Hidupmu Tidak Berarti
Karena sejatinya hidup itu untuk dinikmati, bukan disesali.
Oleh : Mohd. Sahron
Pernah tidak kamu termenung didalam kesendirian, mengurung diri dikamar tanpa ada kegiatan yang berarti, tanpa ada sesuatu yang pasti yang sedang kamu lakukan.
Kamu Ingin keluar dari rumah namun dikepalamu sudah berputar-putar hal hal yang membuat tidak enak hati, takut rencanamu tidak sesuai dengan ekspektasimu. Namun memang begitulah hidup, tidak semua yang kamu rencanakan akan berjalan mulus seperti semestinya.
Semesta seolah-olah mempermainkanmu dengan banyak lika-liku perjalanan, dinamika kehidupan yang pada akhirnya ingin membuatmu menyerah pada hidup, dan membuatmu kembali pada zona nyamanmu sambil tidur seharian tanpa kegiatan apapun.
Namun sebelum kamu dikalahkan oleh dirimu sendiri perihal tujuanmu yang tak kunjung dipahami, masa depanmu yang tak kunjung tersinari. Cobalah keluar sebentar dari kamarmu, sambil menikmati hidup, sapa sejenak tetanggamu, sapa teman waktu kecilmu, dan sapa juga orang-orang tua yang tidak pernah kehilangan semangat hidupnya. Setiap hari kesawah dengan senyum yang sumringah di wajahnya. Bahwa hidup yang kita anggap kejam ternyata tidak seperti itu. Kita hanya overthinking terhadap diri sendiri.
Ijinkan aku berbagi cerita kepada teman teman semua perihal overthinking kepada diri sendiri. Pernah suatu hari ketika hendak ingin melaksanakan kewajiban ibadah. Aku perlahan berjalan hendak masuk kerumah ibadah tersebut. Sambil melapas sandal yang di pakai, aku dikejutkan dengan seseorang yang memanggil namaku. Ehh Elang... Mau sholat juga ? Iya pak ucapku sambil senyum kebingungan.
Mengapa tidak bingung coba, seseorang yang ternyata sangat berpengaruh di Instansi Pendidikan tempatku belajar mengetahui namaku, sedangkan aku tidak mengetahui nama bapak itu. Aku mengetahui bapak tersebut berpengaruh di instansi tempatku belajar karena dicari tau siapa sebenarnya bapak ini setelah beberapa hari. Itupun ditanyakan kepada teman yang tidak ingin disebutkan namanya.
Setelah kejadian tersebut aku tersadar, apakah selama ini aku berlaku kejam kepada diriku sendiri, selalu menyalahkan diriku sendiri dengan prasangka- prasangka buruk. Namun hal yang mengejutkan diriku, ada orang besar yang memanggil nama kita dengan ramah. Aku ini apa, aku bukan siapa-siapa saat ini, bahkan dengan keadaan diriku seperti ini.
Hal tersebut merupakan gambaran bahwa ternyata, banyak orang orang yang mengharapkan kehadiran kita tanpa kita sadari, ada orang orang yang sayang kepada kita tanpa kita ketahui, tanpa mereka mengucapkannya secara langsung. Mereka memperlihatkan rasa kasih dan sayang mereka dengan tindakan tindakan kecil, coba perhatikan sejenak tanpa menyalakan diri sendiri. Walau kita merasa hidup kita tidak berarti, namun kamu sangat berarti pada hidup orang lain.
Percayalah mereka sangat menginginkan kehadiranmu pada kehidupan mereka.
Tetaplah hidup, nikmatilah.
“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan sia-sia begitu saja?“ (Al Qiyamah:36)

Comments