Untuk Perempuan Yang Memiliki Banyak “Teman” Laki-laki.
Untuk Perempuan Yang Memiliki Banyak “Teman” Laki-laki.
Oleh: Mohd.Sahron
Pernah mendengar istilah begini, “lebih asik berteman sama
banyak laki-laki, kita diperlakukan seperti ratu, nggak ada munafik-munafikan, kita merasa dilindungi, blak-blakan,
apa adanya dan pastinya gak ada main perasaan”.
Fikss... ini merupakan hal yang terlalu berlebih. Bukan bermaksud untuk mengkaitkan dengan Corona Virus-19 dengan social Distancingnya, namun lebih dari itu. Begini, untuk para pembaca terutama perempuan yang berumur kisaran 20-an, sekarang bukan lagi saatnya untuk main-main, bersama dengan beberapa laki-laki, berteman seolah tidak ada jarak.
Untuk saat ini cukup memperbaiki diri, menjalin
hubungan yang lebih berkualitas. teman perempuan akan selalu ada disampingmu
jika kamu mau. Jika kamu terus-terusan berteman dengan banyak cowok maka,
banyak laki-laki yang ilfeel, yang pada awalnya ingin menjalin hubungan
yang serius, yang ingin meminang kamu atau bahkan mengajak kamu membangun
bahtera rumah tangga bersama berfikir dua kali untuk melakukan hal tersebut
bersamamu dikarenakan hal-hal yang demikian.
Apalagi umur sudah menginjak usia 20-an,
yang kita butuhkan hanya seseorang yang betul-betul mengerti dengan keadaan
kita, paham akan kelemahan kita sehingga dia menjadi pelengkap akan kekurangan
kita, menjadi pembeda disaat yang lain menuntut sama, sama-sama berjuang dengan
tujuan yang berbeda dan mampu mengurangi ego dirinya sendiri demi ego kita.
Mungkin saat ini kamu sedang menjalani masa belajarmu di Perguruan Tinggi. Tentunya tugas-tugas yang diberikan dosen tidak masuk akal seperti yang kamu bayangkan. Belum lagi masa-masa dimana kamu sedang menyusun skripsi, dosen yang tak kunjung tampak, pada saat tampak pun skripsi coret sana coret sini dan temanmu satu persatu menghilang entah kemana. Disinilah sosok seseorang yang kamu butuhkan, menerima keluh kesahmu, celotehmu yang terkadang ngawur.
Mungkin saat ini kamu sedang menjalani masa belajarmu di Perguruan Tinggi. Tentunya tugas-tugas yang diberikan dosen tidak masuk akal seperti yang kamu bayangkan. Belum lagi masa-masa dimana kamu sedang menyusun skripsi, dosen yang tak kunjung tampak, pada saat tampak pun skripsi coret sana coret sini dan temanmu satu persatu menghilang entah kemana. Disinilah sosok seseorang yang kamu butuhkan, menerima keluh kesahmu, celotehmu yang terkadang ngawur.
Perempuan sebenarnya tidak butuh solusi atas
masalah yang sedang dihadapi, namun perempuan hanya butuh telinga yang mau
mendengar mereka. Maka untuk itu, kepada perempuan, berhenti memberikan harapan
kepada banyak laki-laki dengan berdalih sebuah “Pertemanan”, karena
senormal-normalnya cowok, dia pasti menaruh perasaan kepada perempuan walau
hanya kau anggap teman. Karena semakin sering instensitas bertemu antara dua
orang manusia, maka seolah tumbuhan yang dipupuk semakin tumbuh, mekar semerbak
baunya. Untuk itu cukup berikan satu harapan untuk satu orang laki-laki yang
benar-benar saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.
“Kita hanya akan dipertemukan dengan apa-apa
yang kita cari”
-Buya Hamka

Comments