Tapi, Aku Gak Tau Mau Jadi Apa

Namun, semoga tulisan ini menjadi penyemangat diri, semua tidak ada yang sia-sia di dunia ini.
Oleh: Mohd. Sahron

kita Teringat  waktu kecil dulu, saat dimana kita tidak memerlukan pertimbangan, waktu tanpa ada rasa sakit hati yang berlebih, saat dimana blak-blakan lebih mengasikkan jika kita tidak suka terhadap sesuatu. Dan yang pasti kita berebut untuk menjawab pertanyaan dari guru perihal cita-cita dimasa depan.

Sambil mengangkat tangan keatas tinggi-tinggi. Aku ingin jadi Pilot bu, aku ingin jadi Polisi, Tentara, Dokter, Guru, dan aku mau jadi Astronot yang ingin ke Bulan. Hal semacam ini sangat mudah bagi kita saat masih anak-anak,

Namun waktu berjalan, saat remaja, kita biasa duduk-duduk bersama teman terbaik membicarakan masa depan, sambil menatap langit biru dipematang sawah, dipinggir sungai dengan air yang mengalir jernih. Jika kamu sukses nanti, jangan saling melupakan, kita harus saling membantu.

Dan cerita sore itu berakhir dengan indah sambil berjalan pulang menuju rumah masing-masing.

Dan pada saat beranjak dewasa, yang kamu tau pasti, kamu tidak benar-benar ingin jadi astronot, kamu tidak benar-benar ingin jadi  pilot. Cita-citamu kebulan perlahan menguap seiring berjalannya waktu. Sahabat yang kita harapkan seperti dulu menghilang satu persatu dengan kesibukannya masing-masing. Dan bahkan mereka sudah menemukan mimpi-mimpi dan teman-teman baru.

Kamu melihat dirimu sendiri sambil menunduk, kamu yang belum jadi apa-apa. Judul skripsi tak kunjung ACC, skripsi tak kunjung selesai, atau bahkan kamu masih bertarung dengan dirimu sendiri perihal kamu ternyata salah jurusan, ditambah lagi kamu sudah menjalani banyak semester tanpa hari-hari yang pasti, bimbingan online tak kunjung memberikan dampak yang terlalu berlebih.

Atau, kamu yang sudah menyelesaikan pendidikan, termenung sendiri. Pekerjaan tak kunjung menghampiri sedangkan kebutuhan semakin menjadi-jadi. Belum lagi omongan tetangga yang membuat panas hati, perihal sarjana kok masih mengurung diri.

Namun saat sudah memiliki pekerjaan kamu ingin resign, pekerjaan yang kamu tekuni tak sesuai prinsipmu, bos yang selalu marah kepadamu, teman satu kantor yang suka sikut sana-sikut sini demi promosi jabatan yang lebih tinggi. Dan ungkapmu dalam hati, “aku ingin resign saja.

Kamu ingin melepas ini semua, semua yang tidak sesuai denganmu. Perlahan kamu menghela napas panjang sambil menatap wajah yang kusut di cermin, sebenarnya aku mau jadi apa, sebenarnya aku ingin jadi apa, dan alhasil kegelisahan di hati makin menjadi-jadi.   

Namun, ada satu hal yang ingin kuceritakan padamu. Bukankah semua orang tidak tau mau jadi apa ?

Jack Ma tidak lahir kedunia ini lalu mengatakan aku ingin mendirikan perusahaan yang bernama Ali Baba. Jack Ma bahkan hanya ingin menjadi salah satu karyawan  KFC di kotanya. Setelah itu apa yang ia lakukan hanyalah mencoba belajar bahasa asing di dekat danau di Hangzou, dia mencari bule yang berlibur kesana dan mencoba mempraktekkan bahasa asing tersebut. Dengan Jack Ma sebagai penunjuk jalan tanpa dibayar dengan maksud dia dapat mempraktekkan bahasa yang sedang ia pelajari.

Dan lihat dia sekarang, pemilik perusahaan E-commerch terbesar di dunia dengan nama Ali Baba, ternyata bahasa yang dia pelajari selama ini berguna untuk perusahaan yang kelak ia bangun. Jack yang pada awalnya tidak tau mau jadi apa, sekarang menjadi apa-apa.

Fiersa Besari, siapa kaum millenial masa kini yang tidak mengenal dirinya, Penulis, penyanyi, penjelajah, Youtuber, menjadi bintang iklan produk produk ternama. Dia bahkan pada saat beranjak dewasa, tidak serta merta memutuskan aku ingin jadi seperti sekarang ini. 

Namun dia sama seperti kita semua. Berawal dari kegalauan mengenai jati diri dan patah hati, mencoba mencari jati diri dan mengobati rasa sakit hati tentang seorang wanita yang dicintainya. Mencoba berkelana dan berpetualang tanpa arah, namun, berawal dari kegalauan dia membuat lagu, berawal dari kegelisahan dia menulis buku dan berpetualang sesukanya untuk mencari inspirasi baru. 

Tibalah dia seperti sekarang ini, yang pada awalnya tidak tau mau jadi apa, menjadi seperti sekarang ini, lagunya di cover banyak musisi, tulisannya dibuat jadi inspirasi dan qoutes-quotes masa kini. Dan karena dia, banyak muda-mudi ingin mendaki.

Dan, kita semua bermula dari tak tau apa-apa.
Namun, kita tidak menyerah.
Kita mencoba ini- itu.,
Terus menekuninya.
Sampai lupa bermimpi.
Lalu, tau-tau jadi seperti itu.
Dan, kamu...,
Kamu bermula dari tak tau apa-apa.
Namun, cobalah segalanya.
-(Alvi Syahrin, 2019)


                                                                                       

Comments

Aprizal Harahap said…
Mantap dek. Fiersa besari kali lah memang
Aprizal Harahap said…
Mantap dinda. Salam lestari fiersa besari hehhe
Elang Daily said…
Hahaha salam lestari kanda
Edisyah Putra said…
Never stop trying. Mantap.
Elang Daily said…
Siapp bg... Jangan. Bosan berkunjung bg

Popular posts from this blog

Kesepian hanyalah produk penerimaan, Nyatanya diri ini berisik dengan pikiran kita

Perjuangan Melalui Segelas Kopi

Pemberdayaan Nelayan dan Pasang Surut Kehidupan