Budaya Mamestol Di Aek Manggu
Oleh : Muhammad Sahron
pengabdian selama 45 hari atau kurang lebih 1,5 bulan memiliki keseruan tersendiri. pengabdian yang kami lakukan di Desa Paya Bahung, Kecamatan Aek Nabara Barumun, Kabupaten Padang lawas, Sumatera Utara. selain masyarakatnya yang ramah tamah, juga banyak kebudayaan lokal yang membuat saya makin suka dan penasan dengan daerah ini. salah satu budaya yang paling menarik yaitu Budaya Mamestol di Aek Manggu.
awal pertama mengenal budaya ini berawal dari para pemuda-pemuda desa yang mengajak saya untuk ikut Mamestol. asal kata dari mamestol sebenarnya dari kata Pestol, yang artinya tembak pistol. karena alat yang digunakan menyerupai tembak. pestol ini dibuat sendiri oleh masyarakat dengan menggunakan kayu yang kira kira dapat dibentuk dan diukir. bagian atas dari pestol ini dilengkapi dengan kawat yang panjangnya kira kira 40 cm. tergantung kebutuhan dari si pemakai. pelatuknya menggunakan karet ban dalam motor.
sebelum berangkat ke lokasi, jangan lupa menyediakan daun pisang untuk pengganti piring disana. tentunya sudah terbayang bukan bagaimana nikmatnya makan ikan bakar dengan daun pisang. hmmm nikmat !!!. opss, hampir lupa. mengenai Aek Manggu. ini sebenarnya merupakan nama dari sungai yang ada di desa. Mata Air dari Aek Manggu berasal dari hutan. berbeda dengan Aek Barumun, sehingga Air Manggu lebih jernih dan lebih segar.
waktunya mamestol !!!.
untuk mamestol, diperlukan kemampuan bertahan lama di Air. karena bukan hanya kemampuan berenang yang ditekankan, akan tetapi kemampuan untuk menyelam dan tata cara mamestol yang benar. jika tidak, bisa-bisa kita kehabisan nafas dan pestolnya melukai diri kita sendiri. mamestol juga dikatakan sebagian orang di sekitaran desa Paya Bahung yaitu Maniruk. yang artinya menyelam. rata-rata ikan yang ada di Aek Manggu seperti, Habaro dan Bahung. serasi bukan dengan nama Desanya. Paya Bahung.
waktunya makan hasil pestolan, jangan lupa perlahan-lahan menikmati hasil pestolannya, bisa-bisa tertelan oleh duri ikan. terutama ikan Habaro, ikan jenis ini memiliki banyak duri dibanding dengan jenis ikan lain. semoga dapat melakukan moment ini dilain waktu. sudah dulu untuk ceritanya kali ini. karena aroma ikan Bahung sudah tercium dihidung hehehe. selamat makan dengan Poso-poso Desa Paya Bahung.




Comments