Pemilu Cerdas Pemilih Millenial Berintegritas
Bersama : Dr. Arifin Saleh, S.sos, MSP
(Dekan FISIP UMSU)
Fadlika
Himmah Syaputra SE.I, ME (Ketua Komisioner KPU Padangsidimpuan)
Hallo sahabat elangdaily, beberapa
waktu yang lalu Hukum Tata Negara IAIN Padangisdimpuan melaksanakan seminar
nasional, dengan tema “Pemilu Cerdas Pemilih millenial Berintegritas”. Sangat
menarik bukan, ditambah lagi pemilihan serentak sudah menghitung jam, pasti
sudah tidak sabar untuk memilih calon-calon pemimpin bangsa yang akan memajukan
negeri ini. Semoga saja.
Pada seminar ini, kedua pemateri lebih
berfokus kepada kaum millenial, ada apa sebenarnya dengan kaum millenial ?
Begini pemaparannya...
Istilah generasi Millenial berasal dari
millenials yang diciptakan dua pakar sejarah dan penulis Amerika Serikat :
William Strauss dan Neil howe. Mereka menciptakan istilah ini pada tahun 1987,
di saat anak-anak yang lahir pada tahun 1982 masuk pra-sekolah, dan saat itu
media menyebut sebagai kelompok yang terhubung ke millenium baru di saat lulus
SMA pada tahun 2000. Millenial generation atau generasi Y juga akrab disebut generation
me atau echo boomers.
Mereka menulis dalam buku-buku mereka generations
: the history of America’s Future Generation, 1584 to 2069 (1991) dan Millenials
Rising: The Next Great Generation (2000)
Secara
harfiah memang tidak ada demografi khusus dalam menentukan kelompok generasi
yang satu ini. Namun, para pakar menggolongkannya berdasarkan tahun awal dan
akhir. Penggolongan generasi Y terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980-1990,
atau awal 2000.
KAUM MILLENIAL
Siapa saja mereka dan
dimana mereka sekarang ???
Pribadi yang pikirannya terbuka,
menguasai internet dan teknologi, komunikasi, pendukung kesetaraan hak, memiliki
rasa percaya diri yang tinggi, mampu mengekspresikan perasaannya, pribadi
liberal, optimis, dan menerima ide-ide dan cara-cara hidup, menginginkan jadwal
kerja yang fleksibel, lebih banyak memiliki ”me time “
81,7% millenial pengguna Facebook, 70,3%
pengguna Whatsapp Dan 54,7% pengguna Instagram (survei CSIS, 2017)
Sisi negatifnya merupakan pribadi yang
pemalas, narsis, dan suka melompat dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dan
materialis.
dalam konteks pemilu 2019,
kaum Millenial ada sekitar 70-80 juta pemilih, mereka bisa memengaruhi hasil
pemilu 2019 secara signifikan.
Kelompok Millenial adalah pemilih
rasional dan kritis.
sehingga para calon legislatif
berlomba-lomba menarik para kaum millenial ini untuk memenangkan kompetisi di
Pemilihan Umum serentak.
Sikap politiknya cenderung terbagi tiga;
Apatis (cuek, tak peduli, tak mau tahu)
Skeptis ( ragu-ragu, kurang percaya)
Optimis (
percaya, harapan, positif)


Comments