HIjrah Bersama Naposo Nauli Bulung (NNB) Lingkungan 1 Inpres Sitataring



Beberapa waktu lalu, para Naposo dan Nauli Bulung berinisiatif mengadakan acara Peringatan Isra wal Mi’raj nabi Muhammad saw dan penyambutan bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari. Kegiatan ini berjalan berkat dukungan PHBI dan masyarakat yang antusias mengikuti kegiatan ini.

Tema yang diangkat pada acara ini yaitu “Hijrah Menuju Pribadi yang lebih Baik dalam Rangka Menyambut bulan Suci Ramadhan”. Hal ini mencakup 2 kegiatan sekaligus, disaat Rasulullah Hijrah untuk membawa perintah menunaikan shalat, kita dituntut untuk Hijrah kearah yang lebih baik guna menyambut bulan yang penuh rahmat dan ampunan.

Pada saat kata sambutan dari para Hatobangon, Alim Ulama dan cerdik pandai berpesan, “didalam suatu organisasi sekecil apapun, jangan buat dirimu menyusahkan orang lain di dalam organisasi. Jika tidak bisa bermanfaat bagi sesama, setidaknya jangan menyusahkan kawan” termasuk di NNB kita, ungkap beliau.

Bersama Ust Muhammad Asroi M.A, membuka ceramah dengan bercerita tentang kisah dari “pohon kelapa dan kangkung”. Yang dimana, pohon kelapa merasa bangga dengan batangnya yang menjulang tinggi keatas, sehingga dengan begitu, pohon kelapa dengan mudah melihat pemandangan, melihat hewan dan tumbuhan lain di sekitarnya dari atas, termasuk tanaman kangkung. Sedangkan kangkung, apa yang ia lihat hanya cacing berkeliaran, tikus yang lalu lalang dan rumput-rumput disekitarnya, namun apa kelebihan kangkung ? ia dipetik oleh manusia, dipetik oleh Nauli bulung yang cantik-cantik, waalupun terkadang dipetik oleh nenek-nenek yang ompong, ungkap, Ustad, hadirin tertawa, lanjut cerita,

Sedangkan pohon kelapa dipanjat oleh hewan-hewan hutan, termasuk monyet ataupun hewan yang lain. Ustad berpesan, walaupun kita merasa tinggi dan memiliki kedudukan diatas orang lain, tetap rendah hati, karena kita memiliki kekurangan masing-masing dan saling melengkapi.

Ustad mengatakan, Isra wal Mi’raj bukan hanya semata-mata untuk menjemput kewajiban menunaikan shalat, akan tetapi disinilah Rasulullah mengetahui mana para pengikut beliau yang benar benar beriman, munafik atau kafir.

Cara mengetahui orang yang munafik kata beliau yaitu, lihat pada shalat subuh dan shalat isya berjama’ah, karena waktu ini yang sangat sulit ditunaikan oleh orang-orang munafik. Sedangkan sahabat nabi yang mengakui kebenaran Isra wal Mi’raj yang pertama yaitu Abu bakar as-siddiq selaku Khulafaurasyidin.

Sedangkan panitia pertama Isra Mi’raj yaitu Abu Lahab dan Abu jahal, dengan maksud ingin mempermalukan rasulullah.

Dengan acara ini, diharapakan NNB dan seluruh masyarakat semakin solid, makin erat hubungan kekeluargaannya,  terkhusus NNB, dengan langkah kecil yang terus dilakukan, maka akan mengasilkan langkah besar yang akan membawa perubahan yang lebih baik lagi.
Billahi taufiq wal hidayah.

Comments

Popular posts from this blog

Kesepian hanyalah produk penerimaan, Nyatanya diri ini berisik dengan pikiran kita

Perjuangan Melalui Segelas Kopi

Pemberdayaan Nelayan dan Pasang Surut Kehidupan